Jamur Tiram


Jamur tiram merupakan jamur kayu yang telah banyak di budidayakan di indonesia. Nama jamur tiram diambil dari bentuk tudungnya yang melengkung, lonjong, dan membulat menyerupai karang atau cangkang tiram dengan bagian tepi yang bergelombang.

Untuk lebih lengkapnya, simak penjelasan mengenai ciri fisik jamur tiram berikut ini :

  • Permukaan tudung jamur agak licin, mengkilap, dan berminyak jika dalam keadaan lembab.
  • Bilah jamur tersusun agak rapat. Ketika muda, bilah ini berwarna putih. Namun, semakin tua warnanya berubah menjadi krem kekuningan.
  • Batangnya terletak di samping tudung. Ukurannya sangat pendek, yakni 1 - 3 cm, berwarna putih, dan halus.
  • Tubuh buahnya berbentuk rumpun dan memiliki banayak cabang yang menyatu pada satu media.
  • Daging buah berwarna putih pucat. Semakin tua, daging buah menjadi semakin keras.
  • Inti plasma dan spora jamur tiram berbentuk sel-sel lepas atau bersambungan.
  • Calon tubuh buah jamur atau yang disebut dengan pin head akan terbentuk pada titik-titik pertemuan percabangan miselium. Selanjutnya, calon tubuh buah ini akan berkembang menjadi tubuh buah jamur.

Kandungan Gizi pada Jamur

Jamur merupakan sumber makanan yang memiliki nilai gizi tinggi. Kandungan lemaknya yang rendah menyebabkan jamur layak untuk dikonsumsi, jamur juga dapat diterapkan untuk orang yang sedang melakukan diet. Kandungan nutrisi pada jamur juga terbilang lengkap. Tidak hanya vitamin, jamur juga memiliki kandungan mineral yang dibutuhkan tubuh seperti kalium, kalsium, natrium fosfor, besi, dan magnesium. Selain itu, serta pada jamur juga cukup tinggi, yakni berkisar 7,4 - 27,6 %.

Dibandingkan dengan beberapa jenis sayuran lain, seperti bawang, kubis, jeruk, dan apel, jamur memiliki kandungan protein yang tinggi. Umumnya, terdapat sembilan jenis asam amino esensial yang terdapat pada jamur, di antaranya lysin, methionin, tryptophan, theonin, valin, leusin, isoleusin, histidin, dan phenilalanin.

Zat gizi lain yang terkandung pada jamur adalah lemak. Sebagian besar asam lemak jamur merupakan asam lemak tak jenuh yang sangat dibutuhkan oleh tubuh. Zat ini tidak berbahaya walaupun dikonsumsi dalam jumlah besar. Berbeda dengan lemak pada daging yang merupakan asam lemak jenuh yang dapat membahayakan kesehatan jika dikonsumsi dalam jumlah besar.

Manfaat Jamur Tiram

Selain memiliki rasa yang enak, jamur tiram juga bergizi tinggi. kandungan protein nabati yang kandunganya mencapai 10 - 30 %. Presentase tersebut menunjukkan bahwa kandungan protein jamur tiram lebih tinggi dua kali lipat dibandingkan denganprotein di dalam asparagus, kol, dan kentang; empat kali lipat dibandingkan dengan tomat dan wortel; dan enam kali lipat dibandingkan dengan buah jeruk.

Jika dikonsumsi dalam bentuk kering, per 100 gram jamur tiram mengandung 35 - 58 mg vitaaamin C dan 4,7 - 4,9 mg per vitamin B2. Selain itu, jamur tiram juga mengandung garam mineral yang presentasenya lebih tinggi daripada daging domba. Kandungan mineral penting di dalam jamur tiram antara lain zat besi (Fe), fosfor (P), kalium (K), natrium (Na), dan Kalsium (Ca).

Selain beberapa manfaat tersebut, jamur tiram juga memiliki manfaat dalam pengobatan berikut.

Meningkatkan Sel Darah Merah (Eritrosit)

Kandungan zat besi dan niasin dalam jamur tiram sangat berguna dalam pembentukan sel-sel darah merah. Kita ketahui, sel-sel darah merah merupakan komponen terbesar dalam darah, jumlahnya 45 - 60% dari total volume darah.

Menurunkan Kolesterol

Jamur tiram juga mengandung serat tinggi, sehingga bermanfaat dalamamenurunkan kepekatan lemak dalam darah, mengeluarkan kolesterol, dan mencegah penyerapan berlebih dari makanan yang kita konsumsi.

Mengobati kanker

Kandungan polisakarida lentinan dalam jamur tiram dipercaya mampu menekan pertumbuhan sel-sel kanker, khususnya kanker kolon. Setidaknya, penderita kanker membutuhkan jamur tiram sekitar 7 kg per minggu atau 1 kg per hari selama 6 bulan untuk pengobatan.

Tambahan gizi untuk ibu hamil

Kandungan zat-zat penting lainnya dalam jamur tiram adalah asam folat. Asam folat diperlukan dalam sintesis timidin, yaitu salah satu bagian pembentukan DNA. Karena itu, agar kandungan asal folat di dalam jamur tiram tidak rusak, jamur tiram tidak boleh dimasak dalam yang terlalu tinggi. asam folat ini sangat dibutuhkan pada masa kehamilan, menyusui, metabolisme berlebihan, hingga penderita kanker.