Kelapa Sawit


Kelapa sawit merupakan komoditi yang menjadi primadona karena merupakan komoditi yang banyak memiliki produk turunan. Hampir 80% dari komoditi kelapa sawit yang dapat digunakan sebagai bahan baku makanan.
Di Indonesia sudah terdapat 37 produk turunan kelapa sawit yang diekspor ke luar negeri. Oleh karena itulah pemerintah menempatkan kelapa sawit dalam 17 komoditas pertanian unggulan dan juga menempatkan kelapa sawit pada urutan ke-5 dalam 10 kluster utama.
Komoditi kelapa sawit dengan pola usaha perkebunan rakyat di Kabupaten Kutai Kartanegara tersebar di 18 kecamatan dengan luasan tanaman menghasilkan (TM) terbesar di Kecamatan Samboja seluas 1.735 Ha dan produksi 21,050 Ton CPO atau 30.962 Ton TBS.
Pertambahan luas areal komoditi kelapa sawit untuk pola usaha perkebunan rakyat dari kurun waktu tahun 2007-2011 rata-rata meningkat lebih dari 30% per tahun, sedangkan produksi meningkat rata-rata hampir mencapai 150 % per tahun dengan produksi tertinggi pada tahun 2011 sebesar 50.241 Ton CPO atau 193.233 Ton TBS (27.032 Kg/ Ha).
Pesatnya perkembangan luas areal dan produksi komoditi kelapa sawit di Kabupaten Kutai Kartanegara juga didorong oleh pihak swasta dengan total luas areal PBS 189.094 Ha dan produksi 273.007 Ton dalam wujud CPO. Adapun jumlah PBS yang terlibat dalam perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Kutai Kartanegara terdapat 41 PBS yang aktif dan memiliki HGU dan IUP. Untuk realisasi tanam terdapat 31 PBS yang sudah melakukan realisasi tanam dan terdapat 13 PBS yang sudah berproduksi.